KEMERDEKAAN
Amerika kuasai tiga puluh persen ekonomi dunia
Padahal dunia lebih dari seratus tujuh puluh negara
Seorang wanita perkasa bersuara
“WHO mengambil contoh virus dari negara dunia ketiga lalu dijualny ke negara Adikuasa buat dibikin senjata kimia, sudah mau diambilnya tanah dan air kita, dikeruknya kekayaan alam kita, masih pula mau dihabisinya kita”
Aku tertidur mendengarnya
Dimimpiku bertandang seorang pria
Mengaku bernama Gajah Mada
Membaca sumpah PALAPA di alun – alun ibukota
“Aku berpantang makan buah PALAPA hingga bersatunya Nusantara”
Bumi hampir rengkah mendengarnya
Janji setia pada Nusantara
Aku tak ingin terjaga
Bermimpi jadi Gajah Mada
Langit yang mendung dibulan hujan
Menyaksikan ia tinggalkana kepentingan
Demi kesatuan yang ia impikan
Tiba- tiba aku rindukan kemerdekaan
Langit tumpahkan haru sebagai hujan perlahan
Menyaksikan kata – kata meledak dijalan – jalan
“Bumi dan air ini pada siapapun jangan pernah kau serahkan”
Aku terjaga hampir senja
Saat Presiden menuangkan Pidatonya di depan Negara Adikuasa
“Menuruti atau tidak menuruti perintah anda
Kami tetap kau injak – injak juga
Kami dijajah berabad lamanya
Hingga kini belum mengerti sebenarnya arti Kemerdekaan
Jika Hidup kami ditaksirkan selamanya melawan
Maka akan kau saksikan kami kobarkan Pahlawan
Hingga titik darah penghabisan”!!!!
Boyolali, 31 Januari 2012
Karangan Candra Agil Pratama
isinya my biodate, lagu-lagu seru, pengalaman pribadi, dll pokoknya seru deh buruan dibuka ya:)
Halaman
teks LCD
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
game funy
main ya
Sing Ndelok Blog_ku
424
ccandraagilpratama@yahoo.com / icargil@yahoo.com / @facebook : bencah isrespector
g
o
l
b
y
m
i
t
a
m
k
i
n
e
m
t
a
m
a
l
e
s
isinya my biodate, lagu-lagu seru, pengalaman pribadi, dll pokoknya seru deh buruan dibuka ya:)
KEMERDEKAAN
Amerika kuasai tiga puluh persen ekonomi dunia
Padahal dunia lebih dari seratus tujuh puluh negara
Seorang wanita perkasa bersuara
“WHO mengambil contoh virus dari negara dunia ketiga lalu dijualny ke negara Adikuasa buat dibikin senjata kimia, sudah mau diambilnya tanah dan air kita, dikeruknya kekayaan alam kita, masih pula mau dihabisinya kita”
Aku tertidur mendengarnya
Dimimpiku bertandang seorang pria
Mengaku bernama Gajah Mada
Membaca sumpah PALAPA di alun – alun ibukota
“Aku berpantang makan buah PALAPA hingga bersatunya Nusantara”
Bumi hampir rengkah mendengarnya
Janji setia pada Nusantara
Aku tak ingin terjaga
Bermimpi jadi Gajah Mada
Langit yang mendung dibulan hujan
Menyaksikan ia tinggalkana kepentingan
Demi kesatuan yang ia impikan
Tiba- tiba aku rindukan kemerdekaan
Langit tumpahkan haru sebagai hujan perlahan
Menyaksikan kata – kata meledak dijalan – jalan
“Bumi dan air ini pada siapapun jangan pernah kau serahkan”
Aku terjaga hampir senja
Saat Presiden menuangkan Pidatonya di depan Negara Adikuasa
“Menuruti atau tidak menuruti perintah anda
Kami tetap kau injak – injak juga
Kami dijajah berabad lamanya
Hingga kini belum mengerti sebenarnya arti Kemerdekaan
Jika Hidup kami ditaksirkan selamanya melawan
Maka akan kau saksikan kami kobarkan Pahlawan
Hingga titik darah penghabisan”!!!!
Boyolali, 31 Januari 2012
Karangan Candra Agil Pratama
Amerika kuasai tiga puluh persen ekonomi dunia
Padahal dunia lebih dari seratus tujuh puluh negara
Seorang wanita perkasa bersuara
“WHO mengambil contoh virus dari negara dunia ketiga lalu dijualny ke negara Adikuasa buat dibikin senjata kimia, sudah mau diambilnya tanah dan air kita, dikeruknya kekayaan alam kita, masih pula mau dihabisinya kita”
Aku tertidur mendengarnya
Dimimpiku bertandang seorang pria
Mengaku bernama Gajah Mada
Membaca sumpah PALAPA di alun – alun ibukota
“Aku berpantang makan buah PALAPA hingga bersatunya Nusantara”
Bumi hampir rengkah mendengarnya
Janji setia pada Nusantara
Aku tak ingin terjaga
Bermimpi jadi Gajah Mada
Langit yang mendung dibulan hujan
Menyaksikan ia tinggalkana kepentingan
Demi kesatuan yang ia impikan
Tiba- tiba aku rindukan kemerdekaan
Langit tumpahkan haru sebagai hujan perlahan
Menyaksikan kata – kata meledak dijalan – jalan
“Bumi dan air ini pada siapapun jangan pernah kau serahkan”
Aku terjaga hampir senja
Saat Presiden menuangkan Pidatonya di depan Negara Adikuasa
“Menuruti atau tidak menuruti perintah anda
Kami tetap kau injak – injak juga
Kami dijajah berabad lamanya
Hingga kini belum mengerti sebenarnya arti Kemerdekaan
Jika Hidup kami ditaksirkan selamanya melawan
Maka akan kau saksikan kami kobarkan Pahlawan
Hingga titik darah penghabisan”!!!!
Boyolali, 31 Januari 2012
Karangan Candra Agil Pratama
|
This entry was posted on 15.43 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
chat me
Diberdayakan oleh Blogger.
Archives
Blog Archive
Mengenai Saya
RespectoR
Wp Theme by Promiseringsdesigns | Blogger Template by Anshul
0 komentar: